Kesenian Dikir Kepri Bermadah di Kelurahan Tanjung Sari Kecamatan Belakang Padang

foto:Dokumen Pribadi

 

Sebelum dikenal dengan sebutan  “Dikir Kepri Bermadah” Kesenian ini lebih di kenal dengan sebutan “Dikir Barat”. Kesenian ini berasal dari negara tetangga Malaysia tepatnya dari daerah Kelantan. Melihat isi dan pesan dari kesenian ini yang umumnya bernafaskan Nasehat dan pesan-pesan positif, maka sejak tahun 2013 Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau membuat Festival  Dikir Barat  di Kelurahan Tanjung Sari Kecamatan Belakang Padang. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan bagi Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau. Kemudian mulai tahun 2014 Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau, Bapak Drs. H Arifin Nasir, M.Si mernetapkan nama Dikir Barat menjadi Dikir Kepri Bermadah.

Dikir Kepri Bermadah  adalah perpaduan antara tarian, gendang dan syair yang berisikan pesan, nasehat dan pantun-pantun jenaka.

Dikir Kepri Bermadah ini biasanya dimainkan oleh 20-25 orang,yang terdiri dari,1 atau 2 orang tukang karut , 5 orang pemusik, dan sisanya sebagai awak-awak.

 

penulis:OSIS Madrasah Aliyah Amanatul Ummah

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan